Profil Penulis

 

AHMADIN UMAR adalah seorang penulis artikel ilmiah (atau populer), berita, feature, dan buku. Karya tulisnya menghiasi media cetak (koran, majalah, dan tabloid) sejak 1999, saat ia mulai menekuni dan mengguti dunia jurnalistik sebagai penulis lepas di berbagai media serta wartawan tetap pada sebuah majalah di Kota Makassar.

Pria kelahiran Selayar, 24 Februari 1972 ini, mulai menyukai “profesi” menulis sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tugas mengarang dari guru Bahasa Bahasa Indonesia dan dunia korespondensi yang digelutinya, sangat ia nikmati serta memberinya ruang untuk berkreasi.

Kedua orang tuanya, sama sekali tidak memiliki latarbelakang profesi penulis. Ayahnya hanya seorang petani kecil musiman di lahan kurang subur pada sebuah kampung bernama Kadempa’ di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sementara itu, ibunya juga hanya bekerja mendampingi sang suami sebagai pekebun.

Kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik, mendorong sang ayah memilih merantau ke Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara pada 1980. Ahmadin Umar tinggal menetap bersama ayah, ibu, dan kedua saudaranya di Kecamatan Lasusua ini serta menempuh pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dunia baru serta masyarakat yang plural dari segi etnis dan budaya, memberinya banyak pelajaran tentang makna dan hakikat hidup.

Tinggal di Kota Makassar sejak 1994, sejak kuliah S1. Sebelum terangkat menjadi dosen tetap di Universitas Negeri Makassar (UNM) 2005, ia bekerja sebagai jurnalis dan redaktur majalah. Menikah dengan Misbawati, SE,. M.Si, (saat ini sebagai dosen STIE Pelita Buana) pada 2006 dan dikaruniai 2 orang anak, yakni Rayhan Arqam Hidayatullah dan Raisya Zahra Ramadhani.

Sosok pria sederhana ini terbilang multi talent dan tidak hanya terkenal sebagai penyuka aktivitas menulis, tetapi juga gemar bermain musik (gitar) untuk menghibur dirinya sendiri.

Pendidikan

Ahmadin Umar menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di SDN 1 Lasusua (1987), SMPN 1 Lasusua (1990), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Kemudian menyelesaian pendidikan Sarjana (S1) pada Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Sastra (Adab) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar (1998). Ia juga menyelesaikan studi Sarjana (S1) untuk yang kedua kalinya di Jurusan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Veteran RI, Makassar (2000). Kemudian menyelesaikan studi Strata Dua (S2) pada Jurusan IPS (Sejarah), Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (2001), dan Pendidikan Doktoral (S3) Ilmu-ilmu Sosial (Sosiologi) pada Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada 2011.

Profesi, Karir, dan Aktivitas

  • Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM)
  • Dosen Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM)
  • Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Makassar
  • Pengurus Ikatan Penulis Indonesia Makassar (IPIM) Sulawesi Selatan
  • Pengurus Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) Cabang Sulawesi Selatan
  • Penulis dan editor buku, vlogger, web desainer, creator video, dll.

Karya Buku

Ahmadin Umar adalah sedikit dari kalangan penulis yang peduli dan melirik sejarah dan budaya Selayar sebagai kajian. Sejak mulai meneliti tentang masyarakat Selayar 2001 hingga saat ini, Selayaris kelahiran Tana Doang ini telah menulis sebanyak 7 judul buku tentang Selayar. Beberapa bulan terakhir, ia bergiat merampungkan karya “Kamus Lengkap Selayar-Indonesia dan Indonesia-Selayar”. Karya-karya buku selengkapnya dapat dibaca berikut ini.

Buku-buku karya Ahmadin Umar, yakni: Pelautkah Orang Selayar?: Tanadoang dalam Catatan Sejarah Maritim (Yogyakarta: Ombak, 2006), Kapalli’: Kearifan Lokal Orang Selayar (Makassar: Rayhan Intermedia, 2009), Menemukan Makassar di Lorong Waktu (Makassar: Pustaka Releksi, 2009), “Orang Melayu dalam Sejarah Selayar” dalam buku Mengurai Keserumpunan Indonesia-Malaysia (Yogyakarta: Ombak, 2010), Metode Penelitian Sosial (Makassar: Rayhan Intermedia, 2013), “Kuasa Belanda di Nusa Selayar” dalam buku Sulawesi Selatan Tempo Doeloe (Makassar: Rayhan Intermedia, 2013), Nelayan dan Modernisasi: Potret Masyarakat Pesisir di Pulau Selayar (Makassar: Rayhan Intermedia, 2015), Kapitalisme Bugis (Makassar: Pustaka Refleksi, 2009), Sejarah Agraria (Makassar: Rayhan Intermedia, 2013), Sejarah Pergerakan Nasional (Makassar: Rayhan Intermedia, 2016), Misteri Jejak Kehadiran Nabi Muhammad di Tanah Gantarang: Sejarah Siar Islam di Pulau Selayar (Makassar: Rayhan Intermedia, 2015), Pesona Realitas Palsu (Makassar: Giatmedia, 2016), Nusa Selayar: Sejarah dan Budaya Masyarakat di Kawasan Timur Nusantara (Makassar: Rayhan Intermedia, 2016), Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Prenada Media, 2020).

Narasumber Acara Televisi (TV)

  • TVRI Makassar (bincang live bertema “Masih Saktikah Pancasila?”, pada 1 Oktober 2013).
  • Fajar TV (bincang live bertema “Menggagas Kota yang Ramah Anak”, 23 Juli 2015).
  • Celebes TV (bincang live bertema “Mewaspadai Eksodus PSK Kalijodo”, 11 Februari 2016).

Narasumber Seminar Internasional

  • Pembicara pada Seminar International yang diselenggarakan oleh Universitas Kebangsaan Malaysia (Juli 2009), dengan makalah berjudul “Orang Melayu dalam Sejarah Selayar”.
  • Pembicara pada Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang (Juli 2017), dengan makalah berjudul: “Maritime Traditions and Local Community Knowledge Systems on the Island of Selayar”.
  • Pembicara di International Conference on Social Sciences (ICSS 2018) di Bali, dengan judul makalah: “Galampa as Public Space on Fishermen Societies in Holimombo Jaya Village on Eastern Coast of Buton Island”.
  • Dan lain-lain

Pada akhir September hingga awal Oktober 2017, Ahmadin Umar berkesempatan mengunjungi negeri Hong Kong dan Makau, Cina. Setelah ia berkunjung ke salah satu kampus ternama di negeri ini yakni The Education University of Hong Kong, ia meluangkan waktu mengamati ruang-ruang publik dan space produk reklamasi di Kota Kowloon dan Hong Kong. Hal serupa ia lakukan setelah ia sampai di negeri Makau yang terkenal dengan julukan Kota Judi. Catatan perjalanannya sebagian dapat dibaca di web ini dan versi lengkapnya terangkum dalam sebuah buku berjudul “Meraba Semesta Hong Kong”.

Demikian uraian singkat tentang Profil Ahmadin Umar (PROFAU) dan karya-karya lengkapnya dapat dibaca di laman web ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Redaksi [admin]