BUKU berjudul “Cinta, Laut, dan Kekuasaan dalam Epos La Galigo (Episode Pelayaran Sawerigading ke Tanah Cina: Perspektif Filologi dan Semiotik)” ini merupakan buah pena Nurhayati Rahman.

Karya setebal 473 halaman ini diolah dari disertasi penulis di Universitas Indonesia dan diterbitkan dalam bentuk buku oleh La Galigo Press, pada Desember 2006.

Dalam sinopsis buku ini dijelaskan bahwa karya La Galigo merupakan satu-satunya dokumen tertulis yang dimiliki orang Bugis jauh sebelum Islam datang ke Sulawesi Selatan. Karena itu, La Galigo merupakan bukti peninggalan kebudayaan orang Bugis yang paling tua dan lama, mendahului peradaban Islam di Sulawesi Selatan. Mattulada memperkirakan sekitar abad ke-7 sampai 9 M, Fachruddin menyebut abad ke-13 M, dan Pelras abad ke-14 M.

Di dalamnya menggambarkan kepercayaan lama orang Bugis yang mengisahkan tentang kehidupan para dewa-dewi di langit dan di bawah laut. Perkawinan dewa di langit dan dewi di bawah laut itu yang melahirkan bumi, tempat manusia beranak pinak, yang sekarang dikenal sebagai manusia Bugis. Hampir semua episode La Galigo diwarnai oleh kehidupan dan kejayaan di laut.

Buku ini terdiri atas lima bab, masing-masing membahas: (1) Pendahuluan yang mengulas latarbelakang masalah, sumber data penelitian, sejarah pengkajian La Galigo, karakteristik Akasara Bugis/Makassar, dan La Galigo dalam perspektif Sastra Bugis, Perspektif Religi, dan Persepektif sejarah; (2) Naskah-naskah SSLTC meliputi pengantar teori dan metode Filologi, tempat-tempat penyimpanan naskah SSLTC, dan deskripsi naskah; (3) Edisi teks terjemahan dan SSLTC meliputi metode transkripsi dan terjemahan, transkripsi dan terjemahan Naskah F, serta transkripsi dan terjemahan Naskah Q; (4) Analisis teks SSLTC dalam perspektif Semiotik meliputi analisis sintaksis semiotik urutan peristiwa, analisis semantik semiotik tentang tokoh-penamaan tokoh-latar tempat-tema, analisis pragmatis teks SSLTC, serta (5) kesimpulan.(pb)

Topics #Aksara Makassar #Budaya Bugis #Episode La Galigo #Epos La Galigo #Filologi #Karya Buku Nurhayati Rahman #Pelayaran Sawerigading ke Cina #Peradaban Islam di Sulawesi Selatan #Sastra Bugis #Sawerigading